BOGOR FISIOTERAPI & SUIT THERAPY

Movement and Function

PERNAHKAH ANDA SAKIT PINGGANG   ?

Sakit Pinggang merupakan sakit yang tidak asing lagi bagi kita semua terutama pada  manula tapi tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada kawula muda atau pekerja kantoran.   Di Negara maju lebih dari 79% penduduk pernah mengeluh Nyeri pinggang bawah dan di negara kita sendiri diperkirakan jumlahnya lebih banyak lagi. Sakit pinggang merupakan urutan nomor 2 yang paling banyak dikeluhkan orang disamping nyeri tengkuk.

Sakit pinggang bawah merupakan rasa nyeri yang terdapat pada pinggang bawah dan dapat menjalar ke kaki bagian belakang maupun samping. Sakit pinggang ini sangat menggagu aktivitas fisik banyak orang karena mereka tidak dapat bergerak secara bebas (karena rasa nyeri di pinggangnya).sakit pinggang merupakan symptom dan harus dicarikan penyebab dan jalan keluarnya.

Apakah Penyebab Sakit Pinggang ?

1.     Kegemukan

2.     Otot Kaku (Spasme)

3.     Saraf terjepit

4.     Stress

5.     HNP (Hernia Nucleus Puposus)

Keluarnya inti sel yang berada di antara tulang belakang

6.     Trauma (Jatuh)

7.     Osteoarthritis dan osteoporosis (keropos tulang)

8.     Lainnya

Tumor, usus buntu, gangguan di ginjal, dan lainnya…


Kebanyakan sakit pinggang karena gangguan tulang belakang dan otot yang tidak membahayakan biasanya  sekitar 80 – 90 % akan membaik kurang lebih 2-4 minggu. Kalau Ligamen atau otot yang terkena maka dapat memakan waktu 6 sampai 11 minggu.


Sakit Pinggang yang serius perlu diwaspadai apabila terdapat:

·         Rasa lemah dan baal di tungkai

·         Demam

·         Riwayat keluarga penyakit kanker

·         Gangguan kontrol kandung kencing

·         Sakit Pinggang yang tidak mereda

·         Rasa baal di selangkangan atau sekitar anus

·         Sakit pinggang yang mengganggu saat sedang tidur

·         Berat badan cepat turun

·         Sakit pinggang mendadak tetapi tidak ada perbaikan dalam 1 – 2 minggu

 

Penanganan Pertama Nyeri Pinggang Bawah

Apabila tiba-tiba anda merasakan nyeri pinggang bawah maka yang anda lakukan adalah sebagai berikut

·         Tenangkan diri anda

·         Posisikan badan anda dengan benar

o    Duduk tegak

o    Jangan membungkuk

o    Jangan terlalu banyak duduk

o    Berdiri lebih baik daripda duduk

o    Tidurlah di tempat yang rata.

·         Hangatkan bagian yang sakit selama 10-15 menit,  (dengan menempelkan handuk hangat atau botol berisi air panas).

o   Apabila sakit pinggang karena jatuh jangan dikompres hangat melainkan konpres dengan air dingin

·         Usaplah bagian yang sakit secara perlahan-lahan dengan mengoleskan krem/salep/balsem antisakit atau anti radang.

·         Bila perlu minum obat pereda rasa sakit  sesuai dengan dosisnya

·         Periksakan ke fisioterapi dan dokter terdekat bila sakit tidak berkurang, nyeri terasa menjalar ke arah kaki

 

Beberapa cara untuk pencegahan Sakit Pinggang

1.     Penguluran otot (stretching)

Lakukanlah penguluran otot secara berkala sebelum beraktifitas di pagi hari atau sebelum beraktifitas yang berat. Penguluran otot harus secara perlahan-lahan, tidak boleh secara langsung.

 

 

 

 

 

 

 

 

2.     Olahraga teratur

Olahraga yang teratur sesuai dengan waktu, intensitas, dan frekuensi yang sesuai usia.berenang merupakan olahraga yang sangat dianjurkan. Latihan yang sangat diperlukan untuk pencegahan adalah Penguatan Otot Ekstensor (otot penegak tubuh) dan fleksor  seperti dibawah ini :

 

Penguatan otot ekstensor

 

 

 

 

 

 


Penguatan otot fleksor

 

 

 

 

 

 


Otot-otot fleksor dan ekstensor harus seimbang sehingga dapat membuat postur menjadi tegak.

 

3.     Posisi yang benar

Seperti penjelasan pada point 2 diatas bahwa kekuatan otot fleksor dan ekstensor harus seimbang, maka badan harus berada pada titik tengah tubuh (Centre of Gravity) yang membuat menjadi seimbang. Seperti posisi di bawah ini

 

Posisi yang benar dan harus dilakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

            Sumber : Diktat Fisioterapi

 

 

Posisi yang tidak benar dan tidak boleh dilakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Diktat Fisioterapi

 

4.     Hidup dengan teratur

Banyak berdoa dan milikilah hati yang gembira sehingga dapat menurunkan stressor di lingkungan.

 

 

 

 

 

 

Mengenali Kelumpuhan Pada Anak


Oleh Daniel Sadana

Dalam masyarakat dewasa ini banyak ditemukan anak-anak yang mengalami kelumpuhan yang menyebabkan hilangnya kesempatan bermain, belajar, dan beraktifitas dengan teman-teman sebayanya. Dengan keadaan tersebut membuat mereka sangat menderita karena terganggu aktiitasnya dan mereka menjadi beban bagi orang tua. Sehingga dalam diri mereka timbul rasa tertolak, marah, benci pada diri sendiri, rendah diri dan kesan tidak berguna bagi orang lain. Disinilah tugas masyarakat untuk lebih mengerti dan mengenal serta membantu mereka dalam kekurangannya.

Kelumpuhan atau paralisis merupakan hilangnya fungsi otot pada satu atau banyak otot yang disebabkan oleh kerusakan pada saraf sentral atau saraf tepi sehingga saraf tidak bekerja dengan baik . Kelumpuhan dapat menyebabkan hilangnya perasaan atau hilangnya mobilitas di wilayah yang terpengaruh sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari. Kelumpuhan harus diketahui oleh banyak pihak, sehingga apabila terdapat seorang anak yang mengalami kelumpuhan maka akan semakin cepat untuk ditangani sehingga kualitas hidup anak untuk masa depan akan semakin lebih baik. Tolak ukur kesembuhan pada kelumpuhan tergantung daripada penyebabnya dan cepatnya penanganan pada anak tersebut.

PENYEBAB KELUMPUHAN

·         Kelumpuhan lebih sering disebabkan akibat kerusakan pada otak (yang merupakan pusat gerak)

·         Trauma (jatuh)

·         Kecelakaan (tertabrak,dll)

·         Virus (polio, meningitis)

·         Kejang yang merusak saraf sentral (otak)

·         Kelainan genetika (down syndrome)

·         Bakteri TBC

·         Tumor

·         Gangguan metabolic

MENGENALI KELUMPUHAN PADA ANAK

Kelumpuhan biasanya ditandai dengan :

§  Gerakan pada kedua lengan atau tungkai yang lumpuh kurang atau sulit bergerak.

§  Anak tidak dapat mengangkat lengan atau tungkainya bahkan keduanya.

§  Saat digelitik telapak kakinya anak tidak dapt menarik kaki

§  Bila tungkai atau lengan diangkat dan dilepas maka tungkai akan jatuh ke tempat tidur tanpa tahanan

§  Bila bayi dipegang pada ketiak dan diayun, tungkai yang lumpuh akan tergantung lemas tanpa gerakan.

§  Otot – otot pada lengan dan tungkai yang mengalami lumpuh  akan mengecil dan lembek.

§  Anak tidak dapat mengangkat kepala pada usianya

§  Anak yang badannya kaku

§  Anak sulit bangun dan posisi berbaring menuju duduk atau jongkok.

§  Anak mencoba berdiri dengan berpegangan dan merambat pada tungkainya.

§  Bila anak sudah mampu berjalan, maka anak tidak mampu berjalan pada ujung jari atau tumit atau menaiki tangga

§  Gerakan pada lengan hingga tangan dan tungkai hingga kaki tidak beraturan.

 

JENIS KELUMPUHAN

·         Diplegia

Merupakan kelumpuhan yang terjadi pada kedua tungkai kaki bagian bawah lebih berat lumpuhnya dibandingkan kedua lengannya. Biasanya terjadi kerusakan pada otak bagian depan. Kelumpuhan ini banyak terjadi pada anak-anak yang lahir belum waktunya(premature) atau lahir dengan kuning (bilirubin yang tinggi). Kecacatan jenis ini dapat cepat mengarah ke perbaikan(anak bisa berjalan) apabila diketahui sejak dini. Kelumpuhan jenis ini sering ditemukan di   Indonesia. Pada Kelumpuhan jenis ini biasanya anak dapat bersekolah normal atau di SLB dengan menggunakan alat bantu. Utnuk aktifitas sehari-hari anak biasanya dibantu.

 

 

 

 

 

 


·         Paraplegia

Berbeda dengan kelumpuhan diplegia, kelumpuhan jenis ini hanya menyerang kedua tungkai. Biasanya terjadi akibat jatuh dan terserang penyakit seperti tumor atau TBC tulang. Kerusakan terjadi pada saraf tulang belakang dan tidak terjadi pada otak. Kesembuhan terjadi sesuai dengan tingkat kerusakan pada saraf tulang belakang, apabila kesembuhan tiak dapat dicapai maka penggunaan kursi roda dengan modifikasi merupakan hal yang penting untuk mempermudah aktifitas sehari-hari. Anak biasanya dapat bersekolah normal dengan alat bantu

 

 

 

 

 

 

 

 


·         Quadriplegia

Kelumpuhan terjadi pada keempat anggota badan. Biasanya kelumpuhan jenis ini merupakan kelumpuhan yang paling berat sehingga pada aktifitas sehari-hari anak sangat butuh bantuan. Kecacatan jenis ini apabila diketahui dan diintervensi sejak dini maka dapat terjadi perbaikan. Gizi merupakan masalah pada jenis ini,karena anak membutuhkan energy yang besar dalam bergerak sehingga apabila gizi kurang maka komplikasi kelumpuhan pada jenis ini dapat menyebabkan kematian.  Penyebab utama yang paling sering adalah panas tinggi yang menyebabkan kejang lama.

 

 

 

 

 

 


·         Triplegia

Merupakan kelumpuhan yang terjadi hanya pada tiga anggota badan, kelumpuhan jenis ini apabila diketahui sejak dini maka anak dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan bantuan yang sangat minimal. Anak biasanya dapat beraktifitas dengan alat bantu atau tidak alat bantu. Hal yang terpenting adalah pencegahan untuk ke kelumpuhan yang lebih lanjut. Hal yang terburuk yang terjadi pada kelumpuhan jenis ini dapat mengarah kea rah kelumpuhan quadriplegia. 

 

 

 

 

 

 


·         Hemiplegia

Merupakan kelumpuhan yang terjadi hanya pada satu sisi saja. Biasanya anak dapat beraktifitas tanpa alat bantu. Salah satu hal yang menonjol pada kelumpuhan jenis ini adalah emosi anak yang tidak terkontrol (tergantung sisi mana yang terkena,kanan atau kiri). Apabila di intervensi sejak dini maka kualitas hidup anak dapat lebih baik. Penyebab jenis kecacatan ini biasanya pada saat kelahiran. Kelumpuha pada jenis ini, biasanya anak dapat bersekolah dengan keterbatasannya pada sekolah normal atau SLB.

 

 

 

 

 

 


·         Monoplegia

Merupakan jenis kelumpuhan yang kadang secara kasat mata tidak terlihat. Kelumpuhan jenis ini merupakan kelumpuhan yang paling ringan dan anak dapat bersekolah di sekolah normal dengan bimbingan yang minimal.

 

 

 

 

 

 

 


Perjalanan jenis kelumpuhan di atas berfariasi , contoh

o   Diplegia dapat menjadi quadriplegia

o   Quadriplegia dapat menjadi diplegia

o   Triplegia dapat menjadi quadriplegia

o   Begitu juga seterusnya

Hal tersebut dapat dicegah dengan intervensi sejak dini.

 

KOMPLIKASI KELUMPUHAN PADA ANAK

·         Gangguan pernafasan (Akibat tirah baring yang lama dan kelumpuhan pada otot-otot bantu pernafasan sehingga otot utama pernafasan bekerja keras sehingga dapat menyebabkan kematian pada anak )

·         Kontraktur (Biasanya terjadi akibat sendi jarang digerakkan secara aktif dalam waktu yang lama, kontraktur ini dapat memperburuk keadaan anak)

·         Otot tidak berkembang (Hal ini berhubungan dengan sendi yang tidak bergerak)

·         Gangguan social masyarakat (anak tidak mengenali lingkungannya karena jarang dibawa keluar oleh orang tua, dan orang tua menganggap sebagai beban).

·         Gangguan mental (Akibat anak tidak pernah mengenali social masyarakat)

·         Gangguan makan (akibat anak sulit dalam bergerak dan membutuhkan waktu yang lama dalam makan)

·         Malnutrisi (akibat orangtua yang sibuk bekerja, ekonomi, dan orangtua malas member makan).

 

 

 

 

PENTALAKSANAAN KELUMPUHAN (disusun berdasarkan skala prioritas)

·         Motivasi (merupakan hal yang terpenting tidak hanya pada orang tua tapi juga pada anak)

·         Alat bantu (merupakan alat untuk memperingan pekerjaan orang tua dalam terapi setiap harinya)

·         Makanan bergizi (merupakan energi sebagai modal utama dalam bertumbuh dan berkembang)

·         Terapi fisik (merupakan tuntunan untuk perkembangan yang lebih baik)

·         Dorongan dan motivasi dari masyarakat (merupakan dorongan untuk keluarga dan penderita kelumpuhan itu sendiri)

 

PENCEGAHAN KELUMPUHAN

·         Cek tumbuh kembang anak ke pusat kesehatan terdekat

·         Imunisasi lengkap (BCG, Polio, DPT, Campak dan hepatitis B)

·         Kenali kelainan sejak dini (Informasi dari tenaga kesehatan atau lainnya)

·         Berikan nutrisi yang seimbang

·         Cegah kejang (jangan sampai demam berkelanjutan)

·         Sedia obat pencegah kejang (apabila memungkinkan)

·         Hindari penggunaan alcohol (menyebabkan terjadinya Fetal Alkohol Sindrome)

 

 

 

 

 

 

 

 

          Ciri-ciri Fetal Alkohol Sindrome